Bandara Hang Nadim Dicek Oleh Komite II DPR RI

bandara hang nadim dicek oleh komite II dpr ri

Fasilitas Bandara merupakan unsur yang sangat terkait bagi tingkat kepuasan para pelanggan yang memakai jasa. Dengan adanya fasilitas yang sangat memadai maka para pelanggan akan merasa puas dengan kinerja perusahaan. Fasilitas yang memadai akan menarik minat pelanggan untuk terus memakai jasa perusahaan di kemudian hari dengan continue. Tujuan ini dapat terpenuhi melalui pembaharuan fasilitas dan penambahan fasilitas secara bertahap dari kebijakan perusahaan untuk menuju jenjang yang lebih bertaraf internasional. Dengan tercapainya tujuan tersebut maka para konsumenpun akan merasa puas dalam hal pelayanan maupun keamanan yang ada di bandar udara. Sementara itu, para pengguna jasa juga akan tidak puas dengan kinerja perusahaan jika fasilitas yang tersedia tidak memadai. Dan alhasil para pengguna jasa tidak akan memakai jasa perusahaan tersebut karena merasa kecewa dengan fasilitas yang diberikan kepada pelanggan. Oleh karena itu suatu fasilitas mempunyai kaitannya dengan kepuasan pelanggan. Fasilitas yang sudah usang sebaiknya di perbaharui dan juga perusahaan sebaiknya juga menambah fasilitas-fasilitas penunjang lainnya yang kaitannya erat dengan pengguna/customers. Disamping itu perlu adanya maintenance yang berkala untuk menjaga fasilitas-fasilitas yang sudah ada menjadi terawat.

Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia mengunjungi Bandara Hang Nadim Batam dalam rangka melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Selasa 12 Desember 2017. Dalam kunjungan tersebut Komite II DPD RI disambut oleh Anggota III/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP (Badan Pengusahaan) Batam, Dwianto Eko Winaryo. Komite II Parlindungan Purba menyatakan bahwa ingin melihat dan mengetahui bagaimana fasilitas dan keselamatn penerbangan di Batam. Lebih lanjut, Komite II mengapresiasi langkah yang telah ditempuh BP Batam dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam yaitu memperbaiki komunikasi dengan para stakeholder serta memperbaiki peraturan yang tidak mendukung investasi. Komite II DPD RI yakin Batam akan menjadi pusat investasi di Sumatera, karena posisinya juga strategis. “Yang menggembirakan adalah adanya komunikasi yang baik antara pemprov, pemkot dan BP Batam, sebelum mengambil keputusan diskusi dulu”, kata Parlindungan Purba.  Setelah melakukan pertemuan dengan BP Batam, Komite II DPD RI mengunjungi Maintenance Repair and Overhaul (MRO) Lion Air. Parlindungan Purba mengatakan bahwa Batam sangat cocok untuk dijadikan sebagai hub penerbangan maupun maintenance karena masih memiliki lahan yang luas. Seperti lahan Bandara Hang Nadim yang belum digunakan masih seluas 1400 hektar.

Sementar itu Anggota Komite II dari Kepulauan Riau Djasarmen Purba, mengatakan dengan adanya MRO yang sudah beroperasi sejak 2014 ini, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Batam. “Dari 600 tenaga kerja awalnya semoga akan menyerap lebih banyak lagi,” kata Djasarmen. Djasarmen berharap adanya kerjasama antara MRO Lion Air dengan perguruan tinggi atau sekolah penerbangan akan bisa menghasilkan tenaga kerja profesional dari Batam. “Tenaga kerja diharapkan diprioritaskan dari Batam, bukan dari luar,” ujar Djasarmen. Sementara, Anggota III/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP (Badan Pengusahaan) Batam Dwianto Eko mengatakan bahwa dengan semakin meningkatnya penumpang, BP Batam merencanakan untuk melakukan pengembangan penambahan runway dan pembangunan terminal. BP Batam juga akan melakukan penggabungan pengelolaan Bandara Hang Nadim dan pelabuhan menjadi pusat logistik agar dapat menampung banyak kargo, sehingga bisa mendorong sektor pariwisata di Batam. Pengembangan bandara Hang Nadim akan tidak terlepas dengan pelabuhan. BP Batam akan menyatukan bandara yang high value low quantity, kalau pelabuhan low value, high quantity,” jelas Dwianto.

Please follow and like us:

1 comment on “Bandara Hang Nadim Dicek Oleh Komite II DPR RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *