Keputusan Destruktif Donald Trump Tentang Yarusalem

keputusan destruktif donald trump tentang yarusalem

Sangat melanggar hukum internasioanl atas pengakuan yang diberikan langsung oleh presiden amerika serikat yaitu donald trump hahwasanya yarusalem merupakan ibu ota resmi dari israel.

Ini sudah dijelaskan oleh salah satu pakar politik timur tengah yaitu Dr. Siti mutiah setiawati pada kami 14 desember 2017 bahwa, “pengakuan dari amerika serikat melalui presiden donald trump melanggra betul hukum internasional sebab mengungkapkan sebuah pengakuan tentang yarusalem adalah ibo kota israel.  Sedangkan sesuai dengan apa yang telah disepakasi bahwa oleh dewan keamanan PBB yang sudah memasukkan yarusalem posisi saat ini ada di pengawasan dari PBB.”

Sudah ditetapkan secara resmi bahwa status dari yarusalem sendiri dalam resolusi PBB tahun 1947 nomor 181 ada di bawah wewenang garis internasional. Sesuai dengan apa yang sudah disepakasi bahwa kota yarusalem sudah menjadi kota bersama antara palestina dan israel atau yang dikenal dengan sebutan twoi state solution.

Siti sendiri mengungkapkan bahwa hal itu tidak bisa langsung dibiarkan saja begitu. Apabila nanti sudah dibiarkan secara berlarut maka dijamin sangatlah mengganggu atas stabilitas dari sisi politik yang ada di bagian timur tengah, terutama di negara israel. Ini penting untuk diperhatikan apabila nanti kedua negara tersebut membuat konflik atau isu yang tida benar. AS sangat membuka lebar dari kecaman negara di dunia atas semua statement yang telah diutarakan dan itu belum tentu benar sepenuhnya.

“Apabila nanti kota yarusalem langsung dibiarkan begitu saja menjadi ibu kota resmi dari israel, ini dipastikan sangatlah mengganggu dalam proses perdamaian semua negara arab dengan israel sendiri. Selain itu, sangat dikhawatirkan bisa mengganggu betul sisi stabilitas dari hubungan tiga agama besar yang ada di dunia yaitu, yahudi, kristen dan islam, ungkap dosen dari UGM ini.

Siti sangatlah mendukung atas semua sikap pemerintah agar selalu Konsisten dalam berupaya memerdekaan kota palestina sesuai apa yang sudah ditunagkan pada undang-undang dasar indonesia. Pemerintah sendiri sangat diharapkan untuk menjalin kerja sama pada beberapa negara yang sudah bergabung dalam OKI. Hal ini bertujuan untuk menampun banyak dukungan agar mampu menolak keputusan yang sudah dilontarkan secara tidak sewajarnya dan sepihak oleh pemerintahan amerika serikat AS.

“Saya sangat berharap bahwa pemerintah mampu mendorong pihak OKI agar mampu mengeluarkan semacam pernyataan secara bersama sama supaya bisa mencabut dukungan dari amerika serikat pada israel,” ungkapnya.

Sementara itu, beliau juga menyebut bahwa kebijakan yang telah disampaikan oleh donald trump selaku presiden yang berhubungan tentang yarusalem sifatnya hanya destruktif.  Sebab amerika serikat senrii tidak bisa langsung untuk memainkan peran secara sentral dalam menjalankan proses perdamaian antara palestina dan israel.

“ Amerika serikat sendiri telah mengungkap untuk menciptakan situasi yang berada di bagian timur tengah jauh lebih tidak mampu dikontrol. Dia juga mengalihkan untuk pencarian kebijakan secara konstruktif, namun salah sasaran dengan mengeluarkan kebijakan yang arahnya bersifat destruktif yang jauh lebih besar,” ucapnya.

Sehingga nanti perlu adanya keputusan yang secara resmi dari dewan keamanan PBB terutama negara yang sangat menolak atas klaim yang dilakukan oleh amerika serikat. Dari keputusan ini langsung bisa memastikan konflik yang sudah terjadi pada israel dan palestina. Sebab hanya inilah yang akan membawa perdamaian secara menyeluruh dan negara di dunia tidak resah atas semua yang terjadi selama ini.

Please follow and like us:

1 comment on “Keputusan Destruktif Donald Trump Tentang Yarusalem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *