Ketua Umum Partai Golkar yang Baru

      1 Comment on Ketua Umum Partai Golkar yang Baru
ketua umum partai golkar yang baru

Dibacakannya dakwaan terhadap Ketua Umum Golkar (nonaktif) Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Rabu 13 Desember 2017, melanjutkan agenda pergantian ketua umum di DPP Golkar. Hal ini seiring komitmen Golkar yang akan membahas pergantian ketua setelah praperadilan usai atau pembacaan dakwaan yang secara otomatis membatalkan praperadilan Novanto. Namun, dalam rapat pleno yang digelar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu 13 Desember 2017 malam, justru muncul beberapa faksi di Golkar. Satu di antaranya menyebut pemilihan ketua baru harus melalui munaslub, sementara yang lain mengatakan tidak akan membahas munaslub. Ketua DPP Golkar, Aziz Syamsuddin, menjadi pihak yang nomor dua. Menurut dia, penentuan munaslub harus melalui mekanis rapat pimpinan nasional (rapimnas) dan bukan di pleno DPP. Jika rapat pleno tetap menjadwalkan munaslub, maka hal tersebut cacat prosedur karena tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah ‎Tangga (AD/ART) Golkar. Rapat pleno Partai Golkar yang diadakan tadi malam secara aklamasi menunjuk Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu dicapai usai Aziz Syamsuddin mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum.

“Alhamdulilah pada malam hari ini Partai Golkar telah menyelenggarakan rapat pleno dan telah menjawab keinginan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia,” ujar Airlangga di aula rapat di Kantor DPP Partai Golkar pada Rabu malam, 13 Desember. Maka, dengan ditunjuknya Airlangga, sudah tidak ada lagi kekosongan di kursi Partai Golkar. Langkah selanjutnya yakni keputusan yang dicapai dalam rapat pleno akan disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional yang akan digelar pada 18 Desember nanti. Setelah itu, pengukuhan Airlangga sebagai ketua umum akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa pada 19-20 Desember. Rencananya Munaslub akan digelar di Jakarta. “Setelah melalui perdebatan dan pendalaman oleh semua elemen Partai Golkar akhirnya memutuskan pergantian Ketua Umum dari Bapak Setya Novanto kepada Airlangga Hartarto. Jadi bukan pelaksana tugas pagi melainkan Ketua Umum definitif.” “Pergantian Ketua Umum ini akan dilaporkan dalam Rapat Pimpinan Nasional pada 18 Desember 2017 dan pengukuhan keputusan rapat pleno akan dilakukan dalam Munaslub di Jakarta pada tanggal 19-20 Desember 2017,” tegas Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid usai rapat pleno. Pengambilan keputusan untuk mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menurut Nurdin Halid sudah sesuai dengan aturan partai.

“Itu sesuai Pasal 14 ART di mana pengisian jabatan antarwaktu diputuskan melalui pleno dan dilaporkan dalam forum Rapimnas,” ungkap Nurdin Halid. Airlangga Hartarto tampil sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru setelah menyisihkan nama-nama lainnya seperti Azis Syamsudin, Titiek Soeharto, Idrus Marham, dan lain-lain. “Kami menghadapi situasi yang sangat berat, di mana ada penurunan di Golkar, baik penurunan elektabilitas, kepercayaan publik dan sebagainya. Karena itu, Golkar membutuhkan satu sosok yang pas dalam mengendalikan situasi ini, kami berpikir bahwa Airlangga merupakan sosok yang tepat,” ungkap Agung dalam konferensi pers di kediamannya yang berada di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Ahad 10 Desember 2017. Selain itu, sosok ketua umum Golkar ke depannya diharapkan memiliki karakter yang kuat dengan latar belakang pendidikan baik dan didukung kemampuan memadai sebagai ketua umum. “Jika Airlangga terpilih, kami minta agar langsung melakukan konsolidasi besar-besaran dalam rangka memenangkan pilkada 2018, pileg, dan pilpres 2019,” katanya.

Please follow and like us:

1 comment on “Ketua Umum Partai Golkar yang Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *