Mengikuti Jejak AS, Israel Memutuskan Resmi Hengkang dari UNESCO

israel hengkang dari unesco

UNESCO yang merupakan singkatan dari united nation educational, scientific, and cultural organization adalah sebuah organisasi yang berdiri di bawah PBB yang difungsikan untuk mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan sains serta kebudayaan guna untuk menciptakan rasa saling menghormati yang berlandaskan pada keadilan, peraturan Hukum, dan hak asasi manusia. UNESCO didirikan di ibukota Perancis yaitu Paris tepatnya pada tanggal 16 November 1945. Sebelum Amerika Serikat hengkang, UNESCO memiliki anggota 194 negara serta memiliki markas yang bernama UNESCO house serta terletak di Place de Fontenoy, Paris, perancis. Belum lama ini, Amerika Serikat mengumkan untuk keluar dari organisasi dibawah perserikatan bangsa-bangsa ini yang disinyalir disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah bahwa kecenderungan UNESCO yang lebih memihak kepada Palestina serta cenderung tidak memihak pada Israel. Sebagai salah satu sekutu Israel Amerika mengambil langkah ini sebagai wujud tidak lagi sejalan dengan UNESCO. Pernyataan ini disampaikan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat: “ keputusan ini tidak diambil dengan mudah, ini merefleksikan perhatian Amerika Serikat atas tunggakan di Unesco” ungkapnya pada kamis, 12 – 10 – 2017.
israel hengkang dari unesco setelah amerika
Beberapa waktu kemudian setelah keputusan Amerika untuk keluar dari UNESCO diumumkan, Israel melakukan langkah serupa yaitu akan keluar dari organisasi di bawah PBB seperti halnya Amerika Serikat. Seperti yang dilansir dari AFP, pada hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017 bahwa direktur jenderal UNESCO yang mana adalah Audrey Azoulay menyatakan bahwa dirinya telah diberitahu oleh Israel secara resmi tepatnya pada hari Jumat tanggal 29 Desember 2017 pada waktu setmpat. Dalam informasi yang diberikan itu Israel menyatakan bahwa per tanggal 31 Desember 2017 Israel mengikuti langkah Amerika Serikat yaitu akan keluar dari UNESCO. keputusan yang diambil Israel ini tentunya banyak pihak yang menyesalkan mengapa dua negara tersebut, salah satu yang sangat menyesalkan keputusan ini adalah Azoulay.
Ia mengatakan: “ saya sungguh menyesal kan hal ini, menurut saya, hanya didalam UNESCO dan bukan di luarnya, negara – negara dapat mengatasi perbedaan – perbedaan dalam bidang – bidang yang menjadi kompetensi organisasi ini”.
Keputusan yang diambil oleh Israel ini disinyalir disebabkan oleh salah satu faktor yang membuat negara Amerika Serikat menarik diri dari UNESCO yaitu UNESCO sekarang ini dinilai memiliki kecenderungan anti Israel serta lebih berpihak kepada Palestina. Sebagai sekutu dan merasa tidak didukung oleh organisasi yang menaunginya, Israel memutuskan hengkang sama seperti Amerika Serikat. Keluarnya dua negara ini dari UNESCO akan terhitung secara efektif dan resmi pada tanggal 31 Desember 2017. Jadi, per tanggal 1 Januari 2018 anggota keseluruhan dari UNESCO yang sebelumnya berjumlah 159 anggota akan berubah dan berkurang menjadi 157 anggota. Dengan diambilnya keputusan ini oleh kedua negara tersebut menjadikan hubungan antara negara Amerika Serikat dengan Israel menjadi semakin hangat hal ini dibuktikan oleh keputusan Donald Trump yang diumumkan Belum lama ini bahwa dirinya mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel tepatnya pada tanggal 6 Desember lalu yang diumumkan Donald Trump pada pidatonya di Gedung Putih. Meski pernyataan dan pengumuman tunal teram tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, berbagai negara, dan berbagai organisasi, namun keputusan ini sangat dihargai dan dipuji besar-besaran oleh Israel. Banyak yang menilai keputusan ini diambil oleh Trump sebagai bukti dari janji kampanyenya.

Baca juga :
> Pengakuan Trump atas Yerusalem
Ketua Umum Partai Golkar Yang Baru
> Konflik Kantor PP Polisi diharapkan Netral

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *