Pengakuan Trump atas Yarusalem Mendapat Kecaman dari Berbagai Pihak, Hal ini Perlu Anda Ketahui

pengakuan trump

Awal Desember lalu, persiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan yang menggegerkan dunia yakni dengan mengakui Yerusalem sebagai ibukota dari Israel. Seperti yang dikatakan oleh Donald Trump dalam pidatonya tersebut di Gedung Putih, pada tanggal 6 desember 2017 lalu.

Di dalam pidatonya, Donald Trump mengatakan “Sudah saatnya kita mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibukota dari Israel”. Sontak pernyataan ini memicu berbagai kecaman, kutukan, serta penentangan dari berbagai pihak. Tak ayal banyak spekulasi – spekulasi bermunculan berkaitan dengan apa yang mendasari keputusan Donald trump ini. Untuk itu, kami telah merangkum beberapa hal mengenai apa yang mendasari Donald Trump membuat keputusan tersebut yang dapat anda Simak berikut ini.

Yang pertama adalah Apakah alasan dibalik keputusan serta Apa kepentingan dari Donald Trump dalam masalah ini. Apabila dikutip dari penjelasan yang dikeluarkan oleh Barbara Plet Usher bahwa tidak ada tujuan maupun strategy khusus dibalik keputusan ini. Ia menambahkan bahwa dengan terkejutnya para pemimpin dunia Arab akan keputusan yang diambil serta dideklarasikan oleh Trump menandakan bahwa keputusan ini bukan merupakan strategi Timur tengah yang lebih luas, ungkapnya. Meski ada beberapa spekulasi yang mengatakan keputusan Trump merupakan salah satu upaya dan taktik untuk perundingan damai, namun lebih banyak bukti nampak yang menunjukan bahwa keputusan yang diambil oleh trump merupakan bentuk dari pembuktian janji kampanye nya terhadap para Yahudi Amerika yang pro dengan Israel serta kepada kelompok Kristen evangelis yang merupakan bagian dari massa pendukungnya selama masa kampanye dahulu. Dugaan ini diperkuat dengan bagian dari pernyataan yang Trump sampaikan dalam pidatonya: “sementara beberapa Presiden sebelumnya menjadikan ini sebagai janji utama pada kampanye Mereka, namun, Mereka gagal memenuhinya. Hari ini, saya memenuhi janji itu”. Ungkap Trump. Jadi dapat disimpulkan bahwa keputusan mengenai pengakuan yerusalem yang akan dijadikan sebagai ibukota Israel merupakan wujud dari menepati Janji kampanye nya Kepada para massa pendunkungnya sehingga mereka dapat merasa puas.
Usher menambahkan, pengumuman atas pengakuan Yarusalem sebagai ibukota Israel yang diumumkan oleh Trump merupakan cobaan baru bagi Timur tengah. Pasalnya, terdapat reaksi kuat dari sekutu AS di dunia Arab. KeputusanTrump ini – tentu saja membuat seluruh umat Islam di dunia marah dan geram namun sepertinya hal ini tidak akan membuat trump merubah keputusanya. Trump Bahkan mengklaim bahwa keputusanya ini nantinya akan memajukan proses perdamaian. Namun menurut usher, nampaknya trump telah mensabotase upaya perdamaian sendiri dengan mengumumkan keputisan ini. Karena ahli-ahli berdamai keputusan yang diambil oleh Trump Justru akan membuat hubungan kedua negara ini akan semakin memanas. Hal ini Dikarenakan Trump hanya akan pro kepada pihak Israel dan pada akhirnya, pihak Yarusalem harus mengalahdan tidak mendapatkan apa + apa. Banyak pihak yang menyayangkan hal ini karenanya. Serta menurut Usher, keputisan yang Ia umumkan ini membuat AS terjerumus kedalam konflik israel dan membuat AS berada di posisi yang tidak nyaman serta tidak ideal sebagao mediator. Yang dilansir dari beberapa berita, bahwa keputusan yang diambil oleh Trump telah merusak peluang dari negara Palestina untuk merdeka. Tak ayal, karena keputusan ini banyak pihak dari berbagai negara menyayangkan, menolak hingga mengecam Donald Trump termasuk Indonesia.

Jangan lupa baca juga artikel kami yang lainnya tentang
Seruan Hama: Palestina Lakukan hal Intipada dan Konflik Kantor KPP Polisi diharap Netral

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *