Setya Novanto dan Sidang Perdana Penuh Drama

setya novanto dan sidang perdana penuh drama

Sidang perdana kasus E-KTP terdakwa Setya Novanto digelar kemarin tanggal 13 Desember 2017 di pengadilan Tripikor Jakarta Pusat. Pria paruh baya yang akrap dipanggil Setnov ini menghadiri sidang mengenakan rompi warna orange milik KPK dengan muka tampak lesu, Setnov hadir pada pukul 9.40 pagi. Sebelum sidang dinyatakan dibuka, Setnov ini sudah membuat repot Hakim karena pernyataan tentang kesehatan dan identitas diri yang diajukan oleh sang Hakim kepada Setnov tidak dijawab. Setelah ditanya, Setnov mengaku bahwa dirinya tidak mendengar pertanyaan Hakim yang diajukan kepadanya. Hakim bertanya berulang ulang kepada Setnov untuk mendapatkan jawabannya, namun Setnov menjawab dengan pelan dan lirih. Sang Hakim yaitu Hakim Yanto pun sampai bertanya kepada Jaksa Penuntun Umum KPK apakah Setnov sudah diperiksa kesehatannya ataukah belum. Dengan tegas Ketua tim JPU KPK Irene Putri menyatakan bahwa kesehatan Setnov sudah diperiksa sebelum Beliau dibawa ke Pengadilan untuk menjalani sidang perdana tersebut. Menurut Irene, 3 dokter telah memeriksa kesehatan Setnov. Dokter tersebut berasal dari Dokter KPK, RSCM dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan pemeriksaan kesehatan dilakukan tepat pukul 8.40 sebelum Setnov datang ke Pengadilan Tripikor Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, mendapatkan hasil bahwa Setnov dinyatakan dokter dalam kondisi sehat dan siap menjalani sidang. Tensi darahnya juga normal yakni 110/80. Irene mengakui Setnov sempat mengeluh mengalami diare sampai 20 kali. Namun, saat dikonfirmasi ke penjaga tahanan, Setnov hanya dua kali ke toilet sepanjang malam yakni pukul 23.00 WIB dan 02.30 WIB.

Dari keterangan penjaga lapas, Setnov tidur dengan nenyaknya. Maka Irine menegaskan sekali lagi bahwa Setnov sehat dan bisa melanjutkan sidang perdana tersebut. Hakim Yanto lantas meminta JPU menghadirkan dokter yang memeriksa Setnov. Dokter Yohanes Hutabarat pun membenarkan telah memeriksa kesehatan Setnov sebelum persidangan dimulai. Dokter Yohanes pun memberikan keterangan bahwa Setya Novanto dalam keadaan Sehat dan bisa menjawab semua pertanyaan Hakim seharusnya. Hakim yanto kemudian menanyakan kembali pertanyaan yang diajukan ke pada Setnov namun, lagi-lagi Setnov hanya terdiam dan menundukkan kepalanya saja. Lantas Ketua tim JPU KPK Iren menegaskan kembali bahwa Setnov Sehat namun dengan sikapnya yang hanya diam tidak merespon pernyataan Hakim Yanto, Iren mengatakan hal tersebut hanya kebohongan semata. Mendengar pernyataan Iren Pengacara Setya Novanto tidak terima dan meminta Hakim untuk memberikan kesempatan bagi orang yang sedang sakit. Pengacara Maqdir Ismail meminta kliennya untuk di periksa oleh dokter luar selain dari RSCM dan KPK.

Maqdir Ismail mengaku pernah menyurati KPK soal kesehatan Setnov. Dia juga mengaku pernah meminta agar Setnov diperiksa dokter luar KPK dan luar RSCM. Antara JPU dan Hakim saling lempar argumen namun terhenti saat Setnov meminta izin untuk ke toilet. Setnov berdiri dari kursinya dan berjalan tanpa adanya bantuan dari manapun. Selang beberapa menit kemudian, Setnov kembali. Saat itu Ketua Majelis Hakim Yanto jeli melihat komunikasi antara Setnov dengan tim kuasa hukumnya. Sikap tidak kooperatif kembali dipertontonkan saat hakim mengajukan pertanyaan kepadanya mengenai identitas. Setnov kembali membisu, tak merespons pertanyaan hakim. Dia bahkan sempat menggerutu saat jaksa penuntut umum berkukuh Setnov sehat sehingga pembacaan surat dakwaan harus dibacakan. Setnov mengaku bahwa dia sakit namun tidak diberikan obat. Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Iren. Karena hal tersebut sidang sempat ditunda beberapa kali dan ahkirnya sidang bisa berjalan ketika sidang terakhir sekitar pukul 16.45 WIB.

Please follow and like us:

1 comment on “Setya Novanto dan Sidang Perdana Penuh Drama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *